setelah kami pindah

Setelah pindah, kami pikir masih banyak hal dari istana kami yang harus dibenahi (dari interior sampai exterior). Seperti layaknya istana yang dibeli dan dibangun secara masal dari developer kelas menengah ke bawah, desain interior sangat standar. Terlebih dengan kondisi fisik bangunan itu sendiri yang masih harus dibenahi. Untuk bagian dalam, dapur adalah bagian yang menurut kami sangat tidak bagus ketika hujan deras datang (tampias). Sementara ini kami masih tetap bersabar dengan kondisi dapur saat ini karena kami berniat untuk membenahi secara bertahap.

Satu pekan setelah pindah, kami baru sadar bahwa listrik di daerah kami sering terputus (terutama pada saat hujan deras). Menyadari hal tersebut dan pentingnya listrik guna menghidupi pompa air (yang menurut kami sangat penting), kami mengajukan pemasangan saluran air bersih ke pengelola. Satu pekan setelah pengajuan dengan biaya pemasangan sejumlah kurang lebih satu juta rupiah, air bersih siap kami gunakan.

Kami sepakat untuk membenahi secara bertahap dimulai dari depan dan bagian yang penting menurut kami. Tidak ada pembenahan secara besar, hanya bersifat merapihkan. Toh sebenarnya, dengan jumlah rupiah yang kami keluarkan, kami sudah merasa nyaman dengan keadaan saat ini.

Leave a Comment

Filed under istana

kami pindah

Akhirnya kami tempati juga istana itu. Belum terlalu rapih dari yang dibayangkan. Bagian luar yang belum dicat rapih, belum terpasang pergola, taman kecil, dan lainnya masih menjadi pekerjaan kami yang tertunda. Bagian dalam hanya tinggal penataan sesuai fungsinya dan merapihkan sedikit – demi sedikit.

Leave a Comment

Filed under istana

sapunya hilang

Dalam satu kesempatan hari Ahad kemarin saya ke Istana. Dengan berbekal beberapa agenda yang akan saya kerjakan, alokasi waktu satu hari penuh saya usahakan. Dari mulai bertemu dengan seorang rekan sang arsitek desainer interior, sampai memasang kran.

Saya sangat kaget ketika masuk ke dalam, ternyata sapu yang saya tinggal dua pekan lalu tidak di tempat. Padahal, kondisi dalam keadaan terkunci. Hanya saya dan developer yang memegang kunci Istana, sementara tidak ada jejak untuk masuk secara paksa. Kesimpulan sementara, sapu  tersebut meninggalkan lokasi pada saat pemasangan handle pintu depan (dan) atau pada saat pengerjaan komplain yang saya ajukan.

Saya tidak mempermasalahkan mengenai hilangnya sapu, walaupun sapu tersebut tergolong tidak murah. Tetapi saya sangat menyesalkan dengan tindakan oknum yang memindahkan sapu dari tempatnya ke entah di mana.  Selalu saja ada celah untuk memiliki barang yang bukan haknya.

Astaghfirullah…. saya mohon ampun atas segala kesalahan yang pernah saya lakukan secara sengaja dan tidak sengaja. Semoga saya, keluarga beserta keturunan dijauhkan dari sifat iri dan dengki. Amiin.

3 Comments

Filed under istana, Uncategorized

Serah terima

Ahad kemarin, saya berkesempatan untuk melakukan serah terima istana. Beberapa kali saya konfirmasi ke bagian serah terima, untuk istana saya, baru siap pekan kemarin. Salah satu diantaranya adalah aktifnya listrik. Beberapa hari sebelum serah terima, Bapak “W”, menjelaskan beberapa hal mengenai serah terima. Termasuk diantara penjelasan beliau adalah apa saja yang harus saya bawa pada saat serah terima.
Pada saat serah terima, saya diharuskan membawa KTP, dokumen PPJB, dan dua buah materai 6000. Syarat tersebut sangat logis bagi saya karena saya belum pernah bertemu secara fisik dengan pihak developer bagian serah terima. Dan benar saja, ketika sekitar pukul 15:17 saya tiba di kantor mereka (bagian serah terima berada di ruko samping kantor pemasaran), dokumen yang saya bawa hanya digunakan untuk mencocokkan antara “siapa saya” dan data – data yang mereka miliki.
Developer, yang pada saat itu diwakili oleh Bapak “W”, menjelaskan kembali mengenai “Serah terima”. Setelah selesai menjelaskan, saya mendapatkan dua set kunci, dokumen berita acara, satu lembar perjanjian pemasangan pompa dan alat sanitasi, satu lembar formulir komplain, dan dokumen yang digunakan untuk melaporkan ke bagian pengelola. Saya mendapatkan dua dari tiga set kunci yang dimana satu set lagi masih mereka pegang untuk bisa masuk ke istana (dan bekerja) jika ada komplain dari saya. Cek sana sini mengenai kondisi fisik, saya menulis beberapa komplain atas ketidak puasan saya terhadap kondisi yang ada di formulir yang telah diberikan. Walaupun tidak banyak dan sifatnya kecil, saya tuliskan komplain tersebut demi meminimalisasikan hal yng tidak saya inginkan di kemudian hari. Mungkin, insyaAllah, Ahad depan saya akan kembali kesana menyerahkan formulir komplain saya sekaligus mendampingi petugas untuk memasang pompa listrik dan alat sanitasi juga karena batas waktu komplain yang hanya 90 hari semenjak serah terima. Syukur alhamdulillah, siang hari sempat hujan deras di daerah bintaro yang dimana saya bisa mengetahui kondisi istana setelah hujan.

14 Comments

Filed under istana

cek ke developer

Dalam proses KPR, setelah akad kredit selesai boleh dibilang urusan administratif dengan pihak Bank juga selesai. Dan itu berarti, hubingan dengan developer menjadi lebih sering dari pada dengan Bank. Dalam proses pembelian rumah dengan KPR, bisa terjadi dua kemungkinan besar perihal status kondisi bangunan rumah, selesai atau belum selesai. Gue pernah dan sering menemukan kondisi rumah baru yang dijual developer perumahan belum jadi 100%, mungkin baru 68% dan bahkan belum jadi sama sekali (masih berupa gundukan tanah). Beberapa kali gue coba tanya – tanya ke marketing beberapa developer, rata – rata mereka menjual rumah yang masih belum berbentuk rumah. Sepertinya memang model penjualan seperti itu sedang trend saat ini, terutama untuk kategori developer yang “kurang terkenal”.

Syukur alhamdulillah, istana yang gue beli sudah “berbentuk” dan dalam tahap penyelesaian ketika gue akad kredit. Sehingga, pada saat itu gue yakin untuk proses akadnya.

Ada dua poin penting yang gua ingat dan catat untuk ditindak lanjuti setelah proses akad kredit. Pada saat itu, Notaris mengingatkan gue untuk melakukan konfirmasi ke developer kapan serah terima bangunan dan kapan penyerahan akta jual beli.

Serah terima bangunan dari developer harus dipastikan dan konfirmasi ulang oleh pembeli. Developer cenderung untuk “santai” dalam pengerjaan setelah proses akad kredit. Sehingga pembeli dituntut untuk lebih proaktif. Satu bulan setelah akad kredit gue menunggu kabar dari developer dan sampai pada akhirnya gue berinisiatif untuk konfirmasi ke mereka. Tidak ada proses yang berarti sebelum gue konfirmasi sampai akhirnya listrik terpasang setelah setiap awal dan akhir pekan (dua pekan) gue menghubungi bagian serah terima pihak developer.

Beberapa developer membeli tanah dalam jumlah yang besar dan luas. Ketika tanah tersebut sudah jadi rumah, mereka belum memecah sertifikat tanah tersebut sampai sebagian (besar) dari tanah dan rumah yang mereka jual laku. Gue tidak tahu alasan pasti, tapi secara logis mungkin repot adalah salah satu kendalanya. Jika memang terjadi demikian, pastikan kapan tepatnya. Gue juga belum begitu mengerti mengenai akta jual beli ini.

2 Comments

Filed under istana

akad keridit tadi pagi

Akhirnya, tadi pagi sekitar jam 10:00 gua akad keredit setelah dua kali penundaan. Penundaan bukan dari pihak bank atau developer, tapi dari sisi gua. Ya, ada satu dokumen yang belum gua berikan kepada bank. Yang dampaknya adalah bank belum bisa memberikan (baca: mencairkan) dana mereka ke developer. Bukannya gua tidak mau memberikan kepada mereka dengan sesegera mungkin, tetapi karena ada kesalahan komunikasi di kantor.

Lokasi akad di kantor pemasaran Bintaro Jaya yang baru (baru? terakhir gua kesana hampir dua tahun yang lalu, masih di gedung bank permata) bersebrangan dengan tempat penjualan mobil Isuzu.

Pada akad tersebut, kali pertama yang diselesaikan adalah urusan dengan Bank. Setelah itu developer kembali mengecek kelengkapan dokumentasi gua. Dan diakhiri dengan pihak Notaris. Gua benar – benar awam dengan proses akad keridit dimana akhirnya setelah baca – baca sekilas dengan surat – surat yang harus gua tanda – tangani, dengan serta merta gua tanda – tangani dengan tampang penuh pura – pura mengerti tapi awam *doh*

Semoga barokah, amiin.

8 Comments

Filed under bank, istana, kpr

akad (kreditnya) di tunda

Pekan lalu gua di telp oleh pihak Bank untuk melakukan akad kredit pada hari Kamis (besok). Pihak Bank mengatakan gua hanya membawa dokumen asli KK dan KTP. Tidak berselang lama, pihak deveoper juga melakukan konfirmasi yang sama.

Tadi siang gua coba konfirmasi ke Bank mengenai hal tersebut. Pada awal pihak Bank Ok. Baru saja, pihak Bank membatalkan pertemuan besok pagi. Alasannya, satu dokumen belum lengkap. Ya.. memang tinggal dari pihak gua. Which is dokumen tersebut belum bisa gua serahkan ke mereka (Bank) karena memang gua belum mendapatkannya.

Ya oke lah.. gak masalah sementara di tunda.

1 Comment

Filed under bank, istana, kpr

disetujui tapi…

Siang ini, sekitar pukul 11:00, gua dihubungi oleh AO Bank tempat gua ambil KPR. Dari besarnya plafond yang gua minta, ternyata mereka gak kasih semua. Plafon dikurangi sedikit dengan alasan gaji gua belum bisa digabung dengan gaji nyonya :) we’re not married yet :mrgreen: justru ini beli rumah maksudnya supaya setelah nikah bisa tinggal di rumah sendiri.

Satu sisi, gua sangat bersyukur dengan persetujuan. Tapi sisi lain, gua harus mikir ulang untuk persetujuan plafond yang diluar rencana.

Leave a Comment

Filed under bank, istana, kpr

telepon sore hari

Sore hari kemarin, setelah siang gua ketemu Ibu Bank, gua di telp untuk verifikasi data. Katanya, laporan rekening dari buku tabungan gua kurang lengkap, dikarenakan ada kode GTU yang berarti gua pernah gak nge-print dalam periode yang cukup lama (empat bulan).

Tadi pagi gua ke Bank cabang (pembantu) Tendean untuk meminta tolong di cetak transaksi yang masuk dalam kode GTU. Sayangnya pihak CS Bank tersebut meminta gua untuk ke tempat dimana gua buka rekening dan menyarankan untuk upgrade ke GOLD. *sigh*

Leave a Comment

Filed under bank, istana, kpr

ketemu ibu bank

Hari ini janjian ketemu Ibu Bank di kantor. Dari penglihatan gua, doi kaget dengan calon nasabahnya :) Semoga permohonan KPR di approve, dan di ridhoiNya.

1 Comment

Filed under bank, istana, kpr